64x64

Muhaimin Iqbal
Author

Tantangan Hidrogen Hijau Satu Dolar

Advanced Renewable

Mon , 20 May 2024 09:21 WIB


Diantara actor utama di green economy adalah green fuels, sedangkan green fuels butuh green H2. Masalahnya ada di green H2 ini, saat ini harganya rata-rata masih terlau mahal relatif terhadap energi yang dibawanya. Dengan kandungan energi sekitar 120 MJ/kg, green hydrogen dijual di pasaran jauh di atas US$ 5,5 /kg.

Untuk bisa kompetitif terhadap energi dari fosil minyak bumi yang kandungan energinya sekitar 45 MJ/kg dan dijual di kisaran US$ 1.15/Liter, green H2 harus bisa dijual pada tingkat pengguna dengan harga di kisaran US$ 3.0/kg. Apa memungkinkan harga jual akhir green H2 ditekan pada tingkat harga yang kompetitif terhadap harga bahan bakar fosil ini?

Target harga ini hanya dimungkinkan bila kita bisa me-rasionalisasi biaya produksi dan logistik green H2 secara keseluruhan. Ada setidaknya 4 komponen biaya dalam green H2, pertama adalah biaya produksi, kedua biaya kompresi, ketiga biaya transportasi dan keempat adalah biaya penyimpanan.

Green H2 saat ini rata-rata diproduksi dari elektrolisa air dengan green electricity, butuh 39,75 kWh untuk produksi 1 kg green H2. Bila harga green electricity sekarang di kisaran US$ 0,1/kWH, maka biaya produksi green H2 sudah US$ 3,96/kg. Biaya untuk kompresi - agar mudah diangkut/disimpan, biaya transportasi dan biaya penyimpanan masing-masing US$ 0,5/kg, US$ 0,7/kg dan US$ 0,3 /kg. Dari 4 komponen biaya ini kita akan tahu bahwa green H2 masih harus dijual di atas US$ 5,5 agar produsennya tidak merugi.

Karena komponen biaya terbesar ada pada biaya produksi, sedangkan harga green electricity masih akan sulit turun secara significant hingga beberapa tahun kedepan ini, maka kami tawarkan cara produksi green H2 yang tidak butuh listrik besar, yaitu menggunakan teknologi SolidGas, yang intinya adalah gasifikasi charcoal kemudian ditingkatkan kandungan H2nya melali Water Gas Shift (WGS) dan dimurnikan dengan Membrane Reactor. Dengan harga charcoal yang sekitar US$ 200/ton, maka biaya produksi green H2 dengan teknologi SolidGas ini hanya US$ 0.9/kg.

Bila biaya kompresi, transportasi dan storage sama, maka total biaya green H2 dengan cara ini hanya US$ 2.4/kg, ini adalah jauh lebih rendah dari target untuk bisa bersaing dengan minyak bumi tersebut di atas. Bahkan dengan teknologi SolidGas, biaya -biaya ini masih bisa ditekan lebih lanjut, yaitu bila green H2 diproduksi secara in-situ, di tempat dia dibutuhkan.

Dengan cara produksi in-situ ini, akan ikut berkurang secara significant kebutuhan biaya untuk kompresi, transportasi dan penyimpanan, total biaya green H2 akan berada di kisaran US$ 1.2/kg. Ini sudah sangat dekat dengan harga green H2 sebesar US$ 1/kg yang diimpikan sejumlah kativis lingkungan. Apa pentingnya harga green H2 yang sangat rendah ini? Masyarakat akan dengan sukarela berbondong-bondong migrasi ke green energi, bukan karena kesadaran lingkungan, tetapi kepentingan ekonomi - karena green energi itu murah!

Tags:
Energy Fuels Electricity Green Hydrogen

Silakan mendaftar terlebih dahulu!

Untuk memposting komentar baru. Anda harus login terlebih dahulu. Masuk

Komentar

Tidak ada komentar